Sabtu, 19 Maret 2022

PEMERATAAN AKSES INTERNET DENGAN INFRASTRUKTUR TIK

Pandemi Covid-19 yang diumumkan oleh pemerintah Indonesia pada awal Maret 2020 seperti menjadi peringatan dini bagi Indonesia untuk memberikan akses jaringan internet yang merata di seluruh wilayah dari Sabang sampai Merauke. Adanya Covid-19 menjadikan aktivitas tatap muka dibatasi sehingga aktivitas pada berbagai sektor harus dilakukan secara on line antara lain belajar dan bekerja dari rumah. Dengan kata lain hampir seluruh sektor membutuhkan akses internet untuk dapat terus beroperasi.

Pemerataan ketersediaan akses internet di seluruh Indonesia merupakan salah satu tugas dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo). Hal tersebut dapat diwujudkan antara lain dengan meningkatkan ketersediaan infrastruktur TIK khususnya di daerah terdepan, tertinggal, terluar (3T)

Dalam rangka pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia, Pemerintah melakukan percepatan pemerataan penyediaan akses internet melalui output Prioritas Nasional pada Program Penyediaan Infrastruktur TIK antara lain:

  1. Palapa Ring

Palapa Ring merupakan proyek strategis nasional yaitu pembangunan jaringan tulang punggung (backbone) serat optik nasional di wilayah non komersial/ 3T. Proyek ini bertujuan untuk pemerataan akses layanan internet cepat di seluruh wilayah Indonesia. Palapa Ring dilaksanakan dalam tiga paket pekerjaan yaitu Palapa Ring Barat, Tengah dan Timur.

  1. Base Transceiver Station (BTS)

Penyediaan infrastruktur BTS merupakan penyediaan layanan menara jaringan seluler (mobile broadband) di daerah yang belum terlayani jaringan telekomunikasi seluler, khususnya di daerah 3T. Penyelenggara seluler tidak berminat untuk memberikan layanan jaringan telekomunikasi di daerah 3T karena rendahnya permintaan pasar sehingga dari segi bisnis kurang menguntungkan untuk membangun infrastruktur BTS di daerah 3T. Oleh karena itu dalam rangka pemerataan akses internet, pemerintah bertanggung jawab untuk menyediakan BTS di daerah 3T.

  1. Akses Internet

Akses internet merupakan program penyediaan akses internet bagi masyarakat, Kementerian/Lembaga serta Pemerintah Daerah terutama pada titik lokasi fasilitas layanan publik seperti sekolah, pusat kesehatan masyarakat (puskesmas), balai latihan kerja dan pos lintas batas negara. Penyediaan akses internet pada kantor pelayanan publik seperti puskesmas ditujukan untuk meningkatkan pelayanan bagi masyarakat serta mengurangi kesenjangan akses informasi. Pada masa pandemi Covid-19 kecepatan dan keakuratan informasi menjadi hal yang urgent dalam upaya pencegahan dan penanganan Covid-19. Selain itu, dengan adanya penyediaan akses internet diharapkan dapat mengurangi kesenjangan digital dan akses informasi, meningkatkan literasi masyarakat serta turut serta dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat.

Pencapaian dan target program-program yang dilaksanakan oleh Pemerintah tersebut diharapkan dapat mempercepat pemerataan akses internet di seluruh wilayah Indonesia yang nantinya juga diharapkan dapat menjadi modal utama dan perbaikan fondasi pembangunan  bagi negara untuk peningkatan di sektor ekonomi, pendidikan, kesehatan, pariwisata dan sektor lainnya.

Kamis, 03 Maret 2022

RELAWAN TIK

 




Apa itu Relawan TIK?

    Relawan adalah orang atau kelompok yang berkomitmen menyediakan waktu dan kemampuannya untuk membantu kepentingan umum demi amal. Orang yang terlibat dalam kegiatan relawan sangat variatif, mulai dari kelompok amatir hingga profesional, tua ataupun muda (Cahyana, 2016; Acevedo, 2005). Di antara tempat yang menjadi lokasi perekrutan relawan sekaligus mitra penerima manfaat relawan adalah lembaga pendidikan (3; 4; 5; 6). Dosen dan mahasiswa program sarjana dapat menjadi relawan dalam rangka melaksanakan kewajiban pengabdian kepada masyarakat

Di Indonesia terdapat banyak organisasi relawan yang bergerak di berbagai bidang, di antaranya adalah Relawan TIK (Teknologi Informasi dan Komunikasi) Indonesia. Perkumpulan ini dibentuk oleh relawan dan komunitas dalam bidang TIK se Indonesia sebagai medium komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang dapat memajukan kesejahteraan dan mencerdaskan kehidupan bangsa dengan TIK, sejalan dengan kewajiban pengabdian kepada masyarakat yang diemban oleh sivitas akademika (Kemenristekdikti, 2015; Kemkominfo, 2011). Selain itu organisasi kemasyarakatan ini dibentuk untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengawasi pembangunan masyarakat informasi Indonesia bersama unsur quadruple helix yang meliputi pemerintah, perusahaan, perguruan tinggi, dan unsur masyarakat lainnya (Kemkominfo, 2011)

Program Unggulan RTIK

1. Lembaga Sertifikasi Profesi

    Lembaga Sertifikasi Profesi Teknologi Informatika disingkat LSP Teknologi Informatika merupakan suatu Lembaga Sertifikasi Profesi Pihak Ketiga sebagai Lembaga dibawah kendali Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) yang bertanggung jawab dalam Pelaksanaan sertifikasi kompetensi profesi disektor Informasi dan Komunikasi/Bidang Komputer & Informatika sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) dan Standar Internasional, yang siap menjalin kemitraan dengan Pihak Pemerintah dan Pihak Swasta.

2. Festival TIK Bali

    Festival TIK merupakan agenda tahunan Relawan TIK Indonesia, merupakan ajang silaturahmi nasional, apresiasi dan konsolidasi yang dikemas dengan ragam edukasi dan sosialisasi kepada masyarakat. Festival TIK juga menjadi momen saling menguatkan untuk seluruh pemangku kepentingan dalam membicarakan dan merencanakan berbagai program dan kegiatan terkait Teknologi, Informasi dan Komunikasi di Indonesia.

Inisiatif Penulis

       Kondisi geografis Indonesia yang merupakan negara kepulauan cukup menyulitkan pemenuhan ketersediaan layanan internet hingga ke daerah 3T (terdepan, terluar, tertinggal). Area di luar pulau Jawa menjadi wilayah terbanyak yang belum terjangkau internet. Setidaknya masih ada 70 juta penduduk Indonesia yang kesulitan mendapat akses internet. Dengan adanya program ini,  penulis yakin dengan akses internet yang merata dan terjangkau ke seluruh masyarakat akan mewujudkan penyelenggaraan demokrasi yang lebih baik, pelayanan publik yang cepat dan transparan, memberikan kesempatan usaha yang lebih mudah melalui UMKM digital, dan kesempatan yang sama bagi seluruh anak bangsa untuk maju dan mewujudkan cita-cita. Bukankah ini masa depan Indonesia yang kita harapkan bersama?